Mendidik Ruhani

Bahagiaku mendengar seorang teman mengatakan kepadaku,
“Mulai sekarang aku harus mendidik ruhaniku semaksimal mungkin, karena begitu aku tak mengikuti egoku ternyata hatiku terasa sangat tenang, hidupku menjadi sangat nyaman”.
“Syukurlah…aku ikut bahagia, memang prioritas manusia itu semestinya mendidik ruhaninya agar jiwanya hidup. Allah meminta
agar manusia senantiasa sujud kepada-Nya.
Sujud itu merunduk, merendahkan diri serendah-rendahnya bahkan meletakkan kepalanya sejajar dengan kakinya. Arti hakekatnya yaitu manusia tak selayaknya sombong sebab kesombongan pasti akan menjurus pada keserakahan, kedengkian bahkan tega menjelekkan dan memfitnah pihak lain, jika perlu menjatuhkannya ataupun melenyapkannya. Itulah karena aku-nya yang tumbuh subur lalu menjulang tinggi kemudian Aku ketutup oleh aku”, kujelaskan.
“Ya ya betul, aku mengalaminya, dulu aku mudah sekali nyolot, tersinggung setiapkali menghadapi apapun”, jawabnya.
“Begitulah…karena Aku ketutup oleh aku…sama saja tak ingat Allah. Padahal seharusnya aku yang dinolkan agar tergantikan oleh Aku. Maka kau akan selalu terbimbing dan selalu beruntung”, kujelaskan lagi.

“Ya Allah Sang Maha….betapa banyaknya manusia-manusia yang simpang siur mencari-Mu, padahal Kau berada dihati masing-masing manusia.


Indonesiaku, 221117

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nge-gym

Diet

Truk Sampah