Memanjakan Lidah

"Maaf aku tak jadi ikut pergi. Aku sakit, dokter bilang akibat tidak menjaga asupan makanan nih", temanku telpon membatalkan janjian.
"Semoga lekas sembuh. Jangan suka memanjakan lidah lagi ya", kataku.
"Iya nih, nyesel jadinya", jawabnya. 
"Kau beruntung masih mampu menyesal karena sadar, bahkan memanjakan lidah bisa berakibat buruk pada lahir dan bathin lho", kukatakan lagi. 
"Ooo ? Kenapa bisa begitu ?", tanya dia.
 
"Memanjakan lidah karena semua makanan di-embat, lupa kebutuhan pencernaan dan tubuhnya sehingga menyebabkan penyakit. Bisa diare, maag, kolesterol, tekanan darah tinggi, jantung, dll. Itu akibat ke lahirnya/raganya. Ada juga memanjakan lidahnya sehingga berefek ke bathin, contoh

bicara sembarangan, artinya apapun yang berasal dari pikirannya langsung dikeluarkan lewat lidahnya tanpa dipertimbangkan manfaatnya, maka bisa jadi menyakiti orang lain", kujelaskan kepadanya.
"Apalagi kemudian saling berbalas pantun dan terjadilah konflik dan pertikaian, maka dapatnya hanya yang negatif. Kita memang harus selalu belajar dan terus belajar menjaga lidah, sebab semua itu tak lepas dari godaan ego diri juga. Mampu menahan lidah dari godaan nikmatnya akan makanan enak dan godaan nikmatnya memuaskan amarah dan kedongkolan …hehee", kutambahkan. 
“Oh my God, iya ya”, komentar temanku itu.

*Ya Allah, semoga lidah yang Kau berikan kepadaku ini semakin bermanfaat untuk kebaikan orang banyak, aamiin.
    

      Indonesia, 171217

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nge-gym

Diet

Truk Sampah