Postingan

Manjur

“Kenapa ya ada orang yang doanya sering dikabulkan dan ada yang doanya sulit terkabul  ?”, tiba-tiba seorang teman berkomentar. “Doanya tidak dari hati kaliii”, sahut teman lain. “Menurutmu ?”, tanyanya kepadaku. “Doa itu seperti minum obat”, jawabku. “Maksudmu ?”, tanya mereka berdua. “Seperti efek placebo dan nosebo itu…disaat kau sakit lalu minum obat, jika kau yakin akan kemanjuran obat tersebut tentu efek menyembuhkannya besar, tetapi jika kau tak begitu yakin/ragu akan kemanjuran obatnya maka secara psykhologys akan mempengaruhimu sehingga efek obatpun akan berkurang dan kau tak akan sembuh”, kujelaskan. “Jadi tergantung tingkat keyakinan kita akan kemanjuran doa kita ya?”, tanyanya. “Yup…dan keyakinan itu bukan hanya sebatas ucapan dilisan tetapi dari kedalaman hati. Yakin itu berasal dari nurani yang paling dalam. Seperti disebutkan dalam agama –doa orang yang teraniaya akan dikabulkan Allah. Orang yang teraniaya tentunya akan berdoa dari hatinya yang palin...

Tersiksa

“Aku sedang tersiksa nih, permasalahanku darurat !!”, kata seorang teman begitu kami bertemu. “Tersiksa karena kau buat sendiri kaliiii”, jawabku usil. “Ini seriusss…kau malah becanda”, katanya meradang. “Tuuhh reaksimu sudah jelas membuktikan”, jawabku masih menggodanya. “Ayolah serius, dengarkan akuuuu….”, jawabnya merajuk dan kemudian dia menceritakan beban pikirannya. “Nah itu kau sudah berdoa rutin, semestinya kau sudah tenang bukan”, kataku. “Iya sih, tapi jika doaku tidak dikabulkan bagaimanaaaa ?”, katanya gusar.

Amarah

Seorang manusia yang kodratnya diberi suatu kecerdasan oleh Allah Sang Maha, kadang saking cerdasnya menjadi pelupa. Begitu kehendakannya dirasa terganggu lalu timbullah amarah, kemudian mendikte-Nya …berdoa memohon pembalasan untuk pihak yang dianggap menghalangi kehendakannya, kesenangannya. Mendikte-Nya seolah dia lebih kuasa dan lebih unggul dari Sang Maha. Menyuruh agar Allah mau menuruti instruksinya, disuruh menyakiti orang yang dianggap jadi penghalangnya. Lupa bahwa dirinya adalah umat-Nya. Amarah telah menjebaknya, melenakannya sampai tidak menyadari bahwa egonya telah mempermainkannya, membujuknya agar tampak selalu menang. Lupa bahwa pembalasan adalah hak prerogatif-Nya. Perlu perenungan yang dalam… *Semoga kita termasuk orang yang paham bertobat.   Ampuni hamba-Mu yang lemah ini Ya Allah. Indonesia, 130718

Kepuasan ??

Kelebihan manusia dari makluk-Nya yang lain adalah karena diberi akal/nalar, tetapi jika tak berhati-hati menggunakannya maka bisa menjadikannya menduakan-Nya yaitu lebih memilih menuruti hawa nafsunya. Padahal dengan akalnya seharusnya mampu memahami Kuasa-Nya sehingga dengan demikian menjadi semakin cinta kepada-Nya. Tetapi dengan akalnya pula manusia bisa terjebak pada hawa nafsunya, sebab hawa nafsu selalu canggih dalam menggoda manusia, dengan berbagai cara hingga si manusia tak menyadarinya.

Surat Perjanjian

Dalam kehidupan yang semakin maju ini semua hal sangat mudah digapai, terutama yang bersifat material.  Seseorang yang belum mempunyai cukup uang sangat mudah untuk memiliki barang impian, motor, mobil, rumah ataupun barang lain yang bernilai besar. Cukup bertanda-tangan di lembar surat perjanjian kredit maka barang impian sudah beralih tangan. Didalam surat tersebut tercantum pasal-pasal kewajiban dan hal-hal yang tak boleh dilanggar, si nasabah akan berusaha sekuat upaya untuk tertib memenuhi seluruh kewajiban tepat pada waktunya sebab takut barang yang dicicilnya akan disita atau bahkan takut didatangi debt-collector.

Fitrah

Hiruk pikuk manusia bersorak, Usai sudah kewajiban puasa sebulan, Merasa kemenangan sudah ditangan, Merasa mampu menahan lapar dahaga sebulan. Lega dan bahagia terasa. Sudah kembali ke fitrah… Sungguhkah ?

SIM

Menjelang lebaran ini, lalu lalang kendaraan melintas padat, semua tampak terburu-buru hingga semrawut dan simpang siur…tak ada yang mau mengalah sampai kemudian mampet diperempatan. Penyakit yang tak pernah usai…sungguh mengherankan. Padahal jika mau sedikit cermat, mengalah pada kendaraan lain hanya butuh waktu 10 detik saja dan jika kita mau mengalah maka kitapun akan diberi akses oleh kendaraan yang lain lagi, saling menular dan kemudian menjadi relatif lancar.

Puasa

“Mana nih, lama bangeeet hidangannya…dah mau jam buka belum juga siap”, celetuk salah satu teman. “Sudah tak tahan laparnya yaaa ?“, tanyaku. “Bukan begitu….tapi harusnya service memuaskan”, jawabnya rada sewot. “Berpuasa itu kan sarana untuk mengekang hawa nafsu, baik hawa nafsu di tingkat jasmani maupun ruhani….lha kenapa kau malah sewot ya ? hayooo”, kugoda temanku itu.

Ucapan & Tindakan

Bagi kita yang beragama islam tidakkah teringat bahwa setiap akan mengerjakan segala kegiatan selalu mengawali dengan mengucap : Bismillaahirahmaanirrahiim Artinya : Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Apakah masuk-akal jika kemudian malah mengerjakan hal-hal yang buruk ? yang justru berlawanan dengan rasa pengasih dan penyayang-Nya ?   Yang membenci seseorang, dengki pada orang lain, bersikap rasis, menghasut yang lain agar ikut membenci demi kepuasan dengkinya, mengadu-domba untuk mencari massa ? Tentunya tidak sejalan !! Hawa nafsu akan selalu datang menggoda pada setiap manusia. Begitu juga syetan akan selalu mengipas-ngipas manusia sehingga godaan iri-dengkinya menjadi semakin berkobar. Perlu pertahanan kuat untuk melawan segala godaan tersebut. Perlu direnungi bersama…sudahkah menjalani perilaku kita yang sejalan dengan arti ucapan   Bismillaahirahmaanirrahiim  ? Indonesia, 210518

Otak Manusia

Setiap ilmu pasti ada manfaatnya, seseorang yang kekurangan ilmu akan mudah dibodohi dan diperalat orang lain.  Sebagai manusia, belajar tentang bagian-bagian tubuh manusia adalah sangat menarik.  Mempelajari tentang otak manusia, walau bentuknya kecil dan rentan namun sangat canggih fungsinya. Terdiri dari banyak bagian yang rumit, masing-masing mempunyai fungsi yang hebat.

Derajat Manusia

Manusia dimodali akal oleh Sang Pencipta agar menjadi makluk yang lebih mulia dibanding makluk lainnya didunia ini. Dengan akalnya tersebut manusia mempunyai kehendak bebas, ingin memilih seperti apapun, menjadi apapun, mengikuti siapapun… Memilih mengikuti kehendak Sang Maha dengan mengutamakan bertindak penuh ketulusan dan kasih sayang. ATAU … memilih mengikuti ajakan iblis yang selalu mengajak kepada hal-hal negatif dan buruk, yang menyakiti dan menjahati ke sesama makluk-Nya … bahkan sampai tega melakukan pengkianatan dan pembunuhan yang keji.

Duka-ku...

Sedih melihat berita tentang banyaknya korban bom di Surabaya. Hati terasa sesak, tak ngerti lagi mesti berkata apa ? Sedih dan prihatin melihat sodara-sodara sebangsa yang hatinya masih tertutup dengan rasa kebencian dan kebengisan… Hasil sebuah pemikiran manusia yang menyebabkan korban-korban meninggal. Ya…Pemikiran akan jalan kematian suci dengan cara pembunuhan keji…

Menentang Allah

Menentang Allah Al-Haq Azza wa Jalla berarti kematian agama, kematian tauhid, kematian tawakkal dan kematian keikhlasan. Masih terngiang jelas kalimat tersebut. Sejatinya pencapaian tertinggi dalam mengikuti suatu ajaran agama yaitu jika telah mampu meluruhkan hawa nafsunya hingga “bertumbuhnya kembali rasa pengasih dan penyayang-Nya didalam hati si manusia pemeluknya”.

Design Yang Indah

Setiap kekaguman kepada Allah Sang Maha akan menambah kuatnya    keyakinan kepada-Nya. Keyakinan menumbuhkan rasa kecintaan. Jika cinta kepada Sang Pencipta tentu akan menjaga sikap dan tingkah lakunya hingga tak membuat-Nya kecewa. Apa yang tak membuat-Nya kecewa ? Yaitu menurunkan aku-nya/ego-nya agar lebih mengutamakan AKU. Sebab orang yang aku-nya tinggi cenderung akan merugikan dan mencelakai orang lain beserta lingkungannya.

Berdoa

Pada zaman sekarang ini hampir setiap manusia disibukkan oleh berbagai kegiatannya, ada yang dimulai dari sebelum matahari terbit dan baru selesai menjelang jam tidurnya. Karena padatnya jadwal kegiatan maka seseorang berdoa seringkali dilakukan sambil terburu-buru, sambil lalu dan dianggap cukup jika telah   diucapkan dari lisannya. Kadangkala baru dipanjatkan secara intens jikalau sudah kadung kepepet suatu masalah.