Postingan

Puasa

“Mana nih, lama bangeeet hidangannya…dah mau jam buka belum juga siap”, celetuk salah satu teman. “Sudah tak tahan laparnya yaaa ?“, tanyaku. “Bukan begitu….tapi harusnya service memuaskan”, jawabnya rada sewot. “Berpuasa itu kan sarana untuk mengekang hawa nafsu, baik hawa nafsu di tingkat jasmani maupun ruhani….lha kenapa kau malah sewot ya ? hayooo”, kugoda temanku itu.

Ucapan & Tindakan

Bagi kita yang beragama islam tidakkah teringat bahwa setiap akan mengerjakan segala kegiatan selalu mengawali dengan mengucap : Bismillaahirahmaanirrahiim Artinya : Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Apakah masuk-akal jika kemudian malah mengerjakan hal-hal yang buruk ? yang justru berlawanan dengan rasa pengasih dan penyayang-Nya ?   Yang membenci seseorang, dengki pada orang lain, bersikap rasis, menghasut yang lain agar ikut membenci demi kepuasan dengkinya, mengadu-domba untuk mencari massa ? Tentunya tidak sejalan !! Hawa nafsu akan selalu datang menggoda pada setiap manusia. Begitu juga syetan akan selalu mengipas-ngipas manusia sehingga godaan iri-dengkinya menjadi semakin berkobar. Perlu pertahanan kuat untuk melawan segala godaan tersebut. Perlu direnungi bersama…sudahkah menjalani perilaku kita yang sejalan dengan arti ucapan   Bismillaahirahmaanirrahiim  ? Indonesia, 210518

Otak Manusia

Setiap ilmu pasti ada manfaatnya, seseorang yang kekurangan ilmu akan mudah dibodohi dan diperalat orang lain.  Sebagai manusia, belajar tentang bagian-bagian tubuh manusia adalah sangat menarik.  Mempelajari tentang otak manusia, walau bentuknya kecil dan rentan namun sangat canggih fungsinya. Terdiri dari banyak bagian yang rumit, masing-masing mempunyai fungsi yang hebat.

Derajat Manusia

Manusia dimodali akal oleh Sang Pencipta agar menjadi makluk yang lebih mulia dibanding makluk lainnya didunia ini. Dengan akalnya tersebut manusia mempunyai kehendak bebas, ingin memilih seperti apapun, menjadi apapun, mengikuti siapapun… Memilih mengikuti kehendak Sang Maha dengan mengutamakan bertindak penuh ketulusan dan kasih sayang. ATAU … memilih mengikuti ajakan iblis yang selalu mengajak kepada hal-hal negatif dan buruk, yang menyakiti dan menjahati ke sesama makluk-Nya … bahkan sampai tega melakukan pengkianatan dan pembunuhan yang keji.

Duka-ku...

Sedih melihat berita tentang banyaknya korban bom di Surabaya. Hati terasa sesak, tak ngerti lagi mesti berkata apa ? Sedih dan prihatin melihat sodara-sodara sebangsa yang hatinya masih tertutup dengan rasa kebencian dan kebengisan… Hasil sebuah pemikiran manusia yang menyebabkan korban-korban meninggal. Ya…Pemikiran akan jalan kematian suci dengan cara pembunuhan keji…

Menentang Allah

Menentang Allah Al-Haq Azza wa Jalla berarti kematian agama, kematian tauhid, kematian tawakkal dan kematian keikhlasan. Masih terngiang jelas kalimat tersebut. Sejatinya pencapaian tertinggi dalam mengikuti suatu ajaran agama yaitu jika telah mampu meluruhkan hawa nafsunya hingga “bertumbuhnya kembali rasa pengasih dan penyayang-Nya didalam hati si manusia pemeluknya”.

Design Yang Indah

Setiap kekaguman kepada Allah Sang Maha akan menambah kuatnya    keyakinan kepada-Nya. Keyakinan menumbuhkan rasa kecintaan. Jika cinta kepada Sang Pencipta tentu akan menjaga sikap dan tingkah lakunya hingga tak membuat-Nya kecewa. Apa yang tak membuat-Nya kecewa ? Yaitu menurunkan aku-nya/ego-nya agar lebih mengutamakan AKU. Sebab orang yang aku-nya tinggi cenderung akan merugikan dan mencelakai orang lain beserta lingkungannya.

Berdoa

Pada zaman sekarang ini hampir setiap manusia disibukkan oleh berbagai kegiatannya, ada yang dimulai dari sebelum matahari terbit dan baru selesai menjelang jam tidurnya. Karena padatnya jadwal kegiatan maka seseorang berdoa seringkali dilakukan sambil terburu-buru, sambil lalu dan dianggap cukup jika telah   diucapkan dari lisannya. Kadangkala baru dipanjatkan secara intens jikalau sudah kadung kepepet suatu masalah.

Pemaaf

Banyaknya urusan sehari-hari dan   interaksi dengan berbagai orang bisa menimbulkan suatu perbedaan pendapat bahkan konflik, tentu rawan menimbulkan amarah jika tak pandai dalam mengolah diri. Harus melatih diri agar selalu tersedia kamus memaafkan didalam hati. Orang mampu memaafkan jika sudah punya hati yang tulus sebab tanpa ketulusan hanya berada disebatas lisan alias munafik (duuuh malunya jika masuk kedalam golongan ini). Mulutnya bilang memaafkan tetapi hatinya masih menyimpan dendam. Masih selalu  mengungkit-ungkit kejadian yang menyakitkannya. Panas hatinya masih belum padam.

Pembersihan

Salah satu PR manusia adalah mengentaskan jiwanya agar meluruh dari tebalnya balutan hawa nafsu sehingga jiwanya kembali melembut dan murni dalam memahami tuntunan-Nya. Tentu tuntunan dari Sang Maha Pencipta bukanlah tuntunan yang merugikan manusia lain dan makluk lain dan bukan juga tuntunan yang merusak alam semesta. Bahkan sekedar mencederainya. Tuntunan dari Sang Maha Pengasih pastilah jauh dari sikap keserakahan, ketamakan, kejahatan, keculasan, kedengkian, kemunafikan, kelicikan karena semua itu berseberangan dengan sifat-sifat-Nya.

Mengenal Diri

Mengenal diri dimaksud bukanlah diri jasmani yang berupa daging, air, darah, otot ini. Bukan diri yang jika telah ditinggalkan oleh sang nyawa kemudian membusuk menjadi bangkai tetapi   diri yang mengenal sifat ketuhanan, Tuhan yang pengasih dan penyayang, bukan Tuhan yang pembenci dan tukang murka. Yaa…diri adalah sang jiwa yang bernaung didalam raga. Untuk mengenal Tuhan tentu tak lepas dari mengenal sifat-sifat-Nya yang digambarkan dengan asma-asma-Nya. Dan semuanya Maha…sesuatu yang tak terhingga, tiada yang tak mungkin bagi-Nya. Perlu perenungan yang dalam untuk mampu memahami sifat Maha-Nya. Maha-Nya yang kadang masih diragukan oleh banyak orang.

Penderitaan

Penderitaan atau istilah populernya “ujian” (padahal berasal dari akibat perbuatannya sendiri) tak perlu ditakuti, sebab hal tersebut justru sarana belajar menjadi lebih cerdas, lebih kreatif, lebih baik, lebih kuat, lebih mampu evaluasi diri, lebih kuat iman dan yang sangat penting lebih paham betapa Kuasa-Nya Sang Pencipta. Contoh penderitaan akibat penyakit, pasti ada yang salah dalam menjaga tubuhnya, bisa karena terforsir, bisa salah pola makan, bisa juga salah kebiasaan mengkonsumsi sesuatu yang justru meracuni tubuhnya.

Cengeng

Jika kita lembek kepada diri sendiri   maka kehidupan yang akan keras kepada diri kita, sebab kehidupan itu sangatlah keras…begitu nasehat yang sering kita dengar. Keras dalam hal ini bukan harus bersikap beringasan ataupun kasar tetapi arti mendidik diri sendiri menjadi kuat adalah kuat jasmani/jaga kesehatan, kuat mental, kuat ruhani/spiritual. Sebab tanpa ketiganya tersebut akan cenderung menjadi cengeng dan mudah menyerah. Setiap menghadapi sedikit masalah langsung kecewa, mengeluh, sedih lalu menyerah ….ya bisa-bisa menyerah sebelum berperang. Padahal dari setiap permasalahan justru bisa belajar banyak hal. Tidak perlu takut menghadapinya sebab pasti akan berakhir juga.   Ketakutan justru akan menjauhkan dari Allah Sang Kuasa, takut itu karena tidak yakin akan Kuasa-Nya. Orang yang gigih adalah orang yang telah pernah bergulat dengan berbagai permasalahan.

Mencari Kesalahan Diri Sendiri

Hal yang paling sulit bagi setiap manusia adalah kemampuan mencari kesalahan pada dirinya sendiri. Ibarat gajah berada dipelupuk matanya tak terlihat. Kenapa bisa ? Karena ego-nya yang menutupinya. Egonya selalu mengatakan bahwa dirinya tak pernah salah dan yang bersalah adalah orang lain. Celakanya dirinya tidak merasa telah dipermainkan oleh egonya sendiri.

Dogma

“Ngeriii…di zaman sekarang ini orang merasa ringan saja melakukan kejahatan ya ? bahkan membunuh ibarat seperti hanya sekedar bertepuk tangan”, komentar seorang teman. “Kebanyakan orang sudah lupa menggunakan hatinya, selalu hanya berdasar logika saja. Padahal logika jika tak dilandasi dengan hati yang pengasih akan lebih dekat dengan nafsu angkara”, aku ikut berkomentar. “Iya ya, hanya demi kepuasan sesaat, yang penting rasa amarah dan kebenciannya terlampiaskan”, kata yang lain.